Efek Kurang Jam Tidur Pemicu Kejang

By | June 13, 2017

Efek Kurang Jam Tidur Pemicu Kejang,- Seperti yang kita ketahui, terdapat beberapa faktor penyebab dari penyakit kejang termasuk stress, demam, obat-obatan, alkohol, cedera, dan lainnya. Kurangnya tidur juga telah terkait terhadap resiko pemicu kejang. Mengapa dan bagaimana kurangnya tidur dapat memporovokasi kejang? Tidur dapat mempengaruhi kejang dengan berbagai cara. Selama siklus tidur sampai kembali bangun normal, di mana hal ini mengalami perubahan aktivitas listrik dan hormonal otak. Beberapa kejang orang diikat sangat erat dengan tidurnya.

Namun, alasan kekurangan tidur bisa memicu kejang belum sepenuhnya  diketahui. Dalam beberapa  kasus, pasien dengan epilepsi  disarankan untuk tidur 6 sampai 7 jam dan tidak dianjurkan waktu tidur 6 jam di malam hari dan 2 jam di siang hari.

WASPADAI, Bahaya Efek Kurang Jam Tidur Pemicu Kejang Anda KAMBUH !!!

Efek Kurang Jam Tidur Pemicu Kejang

Komunitas medis telah lama mengetahui bahwa orang² yang menderita epilepsi mengalami aktivitas listrik mendadak di otak. Selain telah dikaitkan menjadi pemicu serangan epilepsi atau kejang. Hal itu juga menyebabkan  sejumlah efek kesehatan negatif termasuk nafsu makan yang tertekan, hilangnya konsentrasi dan penyakit kronis.

Hubungan antara kurang tidur dan serangan epilepsi menurut Departemen Neurologi di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, yakni sebuah penelitian telah menunjukan bahwa kurang tidur adalah penyebab umum, epilepsi idiopatik. Selain itu, informasi yang dianalisis oleh vanderbilt  menunjukan bahwa pasien dengan epilepsi parsial yang bebas dari stres sehari-hari tidak sering mengalami kejang saat tidur. Ahli saraf juga telah mengatakan bahwa tidur mengaktifkan muatan listrik di otak kita yang akhirnya mengakibatkan kejang. (* Pertolongan pertama pada anak kejang demam

Ahli saraf telah mengungkap bahwa tidur dapat mengaktifkan muatan listrik di otak kita yang akhirnya mengakibatkan kejang.  Bagi sebagian orang beranggapan, kejang hanya terjadi pada malam hari saat tidur. Hal ini memang dapat terutama pada kasus epilepsi fokal jinak yang merupakan bentuk serangan epilepsi pada masa kanak².

Sebuah studi juga telah menunjukan, bahwa orang yang menderita epilepsi memiliki tingkat apnea tidur yang lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan menunjukkan bahwa sepertiga penderita epilepsi menderita sleep apnea. Selain itu, data dari Michigan menunjukkan bahwa pasien epilepsi yang memiliki sleep apnea lebih mungkin mengalami kejang pada malam hari saat mereka mencoba untuk beristirahat.

Saat tidur banyak hal yang terjadi di otak kita. Gelombang otak kita beralih menjaga dari mulai kita ngantuk sampai tertidur nyenyak. Siklus ini dapat terjadi berlangsung tiga sampai empat hari empat malam. Perubahan dramatis dapat dilihat pada EEG selama siklus tidur. Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, namun bukti telah ada yang menyatakan bahwa aktivitas ini mempengaruhi kejang.

(* Diet Ketogenik  Untuk Penderita Epilepsi

Kejang nokturnal adalah salah satu jenis yang terjadi pada saat tidur. Sementara semua gangguan tidur dapat menyebabkan kita kelelahan di siang hari yang berlebihan dan memicu otak sulit untuk berkonsentrasi pada siang hari. Sehingga kejang noktural benar² dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk kita beristirahat dengan baik bahkan efeknya bisa sampai drastis. Selain itu kejang noktural juga dapat menyebabkan gerakan abnormal atau tidak terkendali saat tidur.

Demikian sedikit ulasan mengenai bahaya efek kurang jam tidur pemicu kejang kambuh. Semoga informasinya bermanfaat..

Salam sehat, By Cara Mengobati Epilepsi

Efek Kurang Jam Tidur Pemicu Kejang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *