Hormon Penyebab Lemak Perut Pria

By | May 12, 2018

Tepat anda berada di halaman www.caramengobatiepilepsi.com. Ungkap Fakta Hormon Penyebab Lemak Perut Pria Buncit Tetapi Badan Kurus Disini Yuk !! Begini menurut sebuah studi terbaru pada pria telah menunjukan, bahwa lemak perut meningkat seiring bertambahnya usia dan menurunnya konsentrasi testosteron.

Penyimpanan lemak dan keseimbangan energi sendiri diatur oleh berbagai hormon seperti insulin, kortisol dan hormon seks. Ketika pria telah melalui masa andropause, maka peningkatan lemak di bagian tengah tubuh bisa terjadi pada mereka.

Apa Saja Hormon Penyebab Lemak Perut Pria Berkumpul Lebih Cepat Dan Meningkatkan Resiko Perut Buncit Lebih Cepat?

Hormon Penyebab Lemak Perut Pria

Hormon adalah molekul yang diproduksi oleh otak dan berbagai kelenjar di dalam tubuh, yang secara kolektif dikenal sebagai sistem endokrin. Hormon bekerja mempengaruhi berbagai proses dalam tubuh seperti pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, fungsi seksual, respon imun, reproduksi dan suasana hati.

Pada pria yang mengalami gejala andropause mungkin tidak separah wanita. Gejala andropause atau menopause pada laki-laki biasanya mengalami kelelahan, dorongan seksual yang rendah, berat badan yang berubah dan tidak dapat mengontrol emosi. Sebagian besar penyebab hal ini terjadi akibat kadar testosteron yang rendah, sedangkan estrogen meningkat. Namun tidak hanya itu, terdapat hormon lain yang ikut beperan dipengaruhi oleh proses penuaan dan dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.

Inilah beberapa hormon yang menyebabkan peningkatan berat badan pria

Kelebihan estrogen

Pada pria juga telah diungkap menghasilkan estrogen, tetapi dengan kadar yang rendah bila dibandingkan pada wanita. Estrogen sendiri dihasilkan oleh konversih dua hormon yakni testosteron dan androstenedoine, di testis, kelenjar adrenal dan jaringan lemak. Peningkatan lemak akan meningkat akibat konversi testosteron menjadi estrogen menciptakan ketidakseimbangan dalam rasio dua hormon ini.

Pria dengan obesitas sentral dapat mengalami gejala testosteron rendah karena kelebihan hormon estrogen. Hal ini memberikan dampak cukup signifikan, stamina mereka menjadi rendah, mudah lelah, penurunan seks, peningkatan massa lemak dan penurunan massa otot.

Testosteron rendah

Testosteron merupakan hormon pria utama, dimana perannya sangat membantu dalam meningkatkan massa otot serta menurunkan timbunan lemak. Sehingga menurunkan berat badan adalah cara utama dalam meningkatkan kadar testosteron pada pria kembali yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas. Kadar testosteron cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

DHEA rendah

DHEA adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Ini adalah prekusor untuk estrogen, progesteron dan testosteron. DHEA memiliki banyak fungsi penting, mencakup meningkatkan produksi protein, meningkatkan fungsi otak dan sistem kekebalan tubuh tetap baik, meningkatkan energi, mengurangi lemak serta kolesterol jahat dalam tubuh. Ketika DHEA menurun dapat mempengaruhi masalah pada resistensi insulin penyebab gula darah meningkat, diabetes dan peningkatan berat badan.

Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas. Hormon ini sangat penting untuk metabolisme karbohidrat (“gula”), dan salah satu fungsi utamanya adalah untuk menyimpan energi sebagai lemak. Orang dengan predisposisi genetik untuk diabetes, makan banayak karbohidrat sederhana, secara cepat dapat memiliki kadar gloksa darah tinggi dan insulin. Seiring berjalannya waktu, insulin menjadi tidak efisien untuk menurunkan kadar glukosa tinggi dalam darah yang menyebabkan perkembangan obesitas, sindrom metabolik dan diabetes terjadi.

Hormon tiroid rendah

Hormon tiroid adalah hormon metabolik yang dieksresikan oleh kelenjar tiroid. Ia memiliki beberapa fungsi termasuk sebagai pemecahan lemak dan penurunan kadar kolesterol. Ketika seseorang mempunyai tingkat hormon ini rendah atau hormon tiroid yang tidak aktif banyak mengalami kelelahan, intoleransi dingin dan kenaikan berat badan.

Kadar kortisol tinggi

Kortisol adalah hormon yang diproduksi di kelenjar adrenal. Ia dikenal sebagai hormon stres, lantaran saat dalam stress hormon ini meningkatkan pelepasan hormon ini. Namun fungsi utama dari kortisol sendiri, untuk memfasilitasi metabolisme glukosa, lemak dan protein serta menekan sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang berada dalam keadaan stres sangat rentan memicu meningkatkan hormon ini. Sehingga dapat mempengaruhi penyimpanan lemak dan penambahan berat badan mengalami peningkatan juga. Hal ini karena, seseorang yang sedang mengalami stres, cenderung lebih banyak keinginan untuk makan lebih banyak dari biasanya.

Secara keseluruhan, cukup jelas bahwa kadar testosteron dan jenis mengontrol kadar hormon lainnya yang sehat penting untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat terutama menjaga persentase lemak tubuh yang sehat. Demikian sedikit ulasan mengenai hormon penyebab lemak perut pria cepat buncit.

Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat..

Simak juga :

Hormon Penyebab Lemak Perut Pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.