Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung

By | February 9, 2017

Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung,- Melakukan perubahan hidup sehat dapat menjadi cara alternatif untuk mencegah risiko pengembangan dari penyakit kanker atau tumor lambung, sehingga proses penyembuhanpun menjadi cepat. Seperti yang kita ketahui penyebab utama dari penyakit lambung yakni bakteri H. pylori. Jika kita tidak dapat nerawat tubuh dengan baik seperti salah satunya mengkonsumsi makanan yang baik atau menghindari makanan tertentu, maka hal ini dapat menyebabkan kondisi berkembang menjadi lebih buruk.

Kumpulan Jenis Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung

Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung

√ Mengkonsumsi makanan yang mengandung Quercetin adalah bioflavonoid yang memiliki sifat sebagai anti kanker yang sangat kuat, antibakteri, antijamur dan antiinflamasi yang dapat kita temukan dalam bawang merah dan kuning atau kunyit. Ada sebuah penelitian yang menunjukan bahwa mengkonsumsi setengah bawang sehari dapat mengurangi risiko dari kanker perut sebesar 50%. Namun selain kunyit dan bawang merah, ada juga sumber makanan yang baik dari quercetin termasuk apel, lovage, caper, brokoli, ceri, buah jeruk, anggur merah, teh ingonberries, raspberry, dan cranberry

Manfaat kunyit atau yang lebih dikenal sebagai kurkumin, dimana warna kuningnya yang khas berasal dari kandungan fitokimia yang terdapat di dalamnya. Kunyit sudah tidak heran lagi jika digunakan sebagai makanan yang menjadi ramuan dalam membantu mengobati berbagai penyakit atau masalah kesehatan. Kunyit ini selain bersifat anti kanker, penelitian lain juga menunjukan bahwa kurkumin dapat menghambat bakteri yang menjadi provokasi dari tumor dan kanker. Sehingga telah ditunjukan kurkumin dapat merusak sel kanker serta menghancurkan radikal bebas dalam tubuh.

√ Hindari makanan yang mengandung produk daging (nitrat). Nitrat adalah zat yang secara alami terjadi di lingkungan sekitar kita. Mereka hadir dengan tumbuh di udara, tanah, permukaan air, serta tanaman yakni termasuk sayuran yang kita makan. Ketika anda mengkonsumsi makanan yang mengandung nitrat, tubuh mungkin mengubah nitrat menjadi nitrit yang pada gilirannya dapat membentuk nitrosamin yang telah terbukti menjadi penyebab dari beberapa jenis kanker termasuk salah satunya pada lambung. Namun, pembentukan nitrosamine dapat dicegah dengan antioksidan tertentu, seperti vitamin C dan vitamin E.

Makanan yang mengandung vitamin C dapat ditemukan dalam buah kiwi, dimana memiliki peran yang dapat menghambat pembentukan nitrosamine. Vitamin C dan vitamin E menetralisir penyebab kanker radikal bebas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain antioksidan dan sytem meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh, Sekelompok penelitian direplikasi kondisi kimia dari perut atas dan mengukur dampak dari vitamin C pada produksi nitrosamin, baik saat lemak hadir di perut dan ketika itu tidak ada. Dengan tidak adanya lemak, vitamin C menurunkan kadar nitrosamin, tetapi ketika beberapa lemak ditambahkan, vitamin C sangat mendorong pembentukan nitrosamin.

√ Mengkonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, yakni dapat ditemukan dengan mengukur dampak dari makanan karbohidrat yang mengandung tingkat gula darah (glukosa). Kemampuan karbohidrat indeks glikemik tinggi untuk merangsang produksi insulin dan faktor pertumbuhan insulin (IGF). Insulin dan IGF adalah hormon yang telah terbukti untuk merangsang  proliferasi tumor, perkembangan, serta penyebaran kanker dari satu organ ke yang lain

√ Hindari makanan yang telah terkontaminasi dengan aflatoksin, dimana zat karsinogenik dapat terjadi dalam makanan ketika jenis jamur tertentu tumbuh yang dapat meracuni makanan dengan memproduksi selama pengolahan, penyimpanan atau dalam transfortasi. Racun ini termasuk aflatoksin yaknin zat yang sangat karsinogenik yang akhirnya dapat menyebabkan kerusakan DNA. Sebuah kontak yang terlalu lama aflatoksin akan mengakibatkan peningkatan jumlah mutasi DNA dan dengan demikian meningkatkan risiko sel menjadi kanker. Makanan jenis kacang atau biji-bijian serta rempah² tampaknya sangat rentan terhadap Aspergillus flavus, jamur bertanggung jawab untuk memproduksi aflatoksin. Aflatoksin  ini termasuk tahan terhadap memasak dan pembekuan. Untuk itu sebaiknya pilih sayuran hijau yang kaya klorofil untuk mengurangi risiko dampak berbahaya dari aflatoksin, dimana klorofil telah terbukti mengurangi kadar aflatoksin

Bawang putih atau telah dikenal dengan sebutan allicin memiliki aktivitas dalam penghambatan Helicobacter pylori, yakni bakteri yang menjadi pemicu terjadinya tumor lambung atau peningkatan risiko ulkus lambung.

√ Mengurangi asupan lemak, dimana diet tinggi lemak hewani telah dikaitkan dengan peningkatan risiko dari kanker perut, kanker lambung atau tumor lambung. Salah satu senaywa yang memainkan peran kunci dalam konteks ini adalah asam arakidonat yang dapat ditemukan dalam daging merah berlemak, kuning telur dan daging organ. Makanan asam lemak omega 6 ini telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan kanker dan memfasilitasi penyebarannya dalam tubuhm, sehingga beberapa studi menunjukan bahaw hal itu dapat merusak sel² sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya makanan yang mengandung Asam lemak omega 3 yang dapat ditemukan pada kenari, biji rami, salmon, tuna dan lainnya yang diyakini memiliki efek perlindungan terhadap kanker.

√ Kurangi asupan garam, dimana penelitian menunjukan bahwa asupan tinggi garam (sodium) dapat meningkatkan risiko kanker lambung atau tumor lambung. Makanan yang mengandung sodium dapat ditemukan dalam banyak makanan olahan seperti sayuran kaleng, sereal komersial dan makanan beku

√ Perbanyak Makanan yang Mengandung Beta-Glucans, dimana beta-glukan yang terjadi secara alami polisakarida, yang hadir dalam berbagai makanan yang kaya serat larut. Menurut beberapa penelitian, beta-glukan dapat membantu memerangi kanker lambung dengan melewati sel-sel kekebalan ke daerah kanker dan dengan menghancurkan sel-sel kanker perut. Karena mereka mengandung sifat sebagai anti tumor dan anti kanker. Sumber makanan yang baik dari beta-glukan termasuk jamur, biji-bijian sereal dan ragi roti.

√ Makan Makanan Kaya Vitamin A dan Beta-Carotene, dimana sebuah bukti ilmiah menunjukkan bahwa ada hubungan terbalik antara risiko kanker lambung dan konsumsi makanan yang kaya vitamin A dan beta-karoten. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan beta-karoten dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam risiko kanker perut. Sumber makanan yang baik beta-karoten wortel, ubi jalar, kangkung , bayam, dan labu.

Itulah sedikit ulasan mengenai Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung, semoga informasinya bermanfaat..


Butuh Solusi Pengobatan Alami Untuk Tumor Lambung?

Jangan Khawatir..Tepat Disini Tempatnya !!

INI DIA ..QnC JellY Gamat solusi obat alami atasi tumor lambung tanpa OPERASI 100% Aman & Bebas Efek Samping, yakni produk herbal kesehatan ASLI Indonesia yang diproduksi oleh PT Bijaksana Maju Utama dan dipasarkan oleh CV Peduli Semesta Alam yang telah dilengkapi dengan legalitas yang sudah terdaftar di DEPKES P-IRT No : 109321601291-1229 & Bersertifikat 100% HALAL dari MUI.

Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung

QEP-TL : Jumlah Pesanan : Nama : Alamat Lengkap : No.HP/Tlp

Kirim Ke 081.2211.88261

Informasi Lebih Lengkap Klik >>> Cara Alami Mengobati Tumor Lambung Tanpa Operasi

Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung

Salam Sehat, By Cara Mengobati Epilepsi

Makanan Pencegah Risiko Tumor Lambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *