Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

By | July 28, 2017

Tahukah Anda sebenarnya ada Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi? Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa ketika Anda menerima suntikan atau vaksin, itu tidak berarti Anda diimunisasi atau terdapat perbedaan besar diantara keduanya.

Inilah Fakta Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi Pada Anak-Anak

Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

Vaksin mengandung kuman mati atau hidup tetapi lemah yang bisa menyebabkan penyakit tertentu seperti tetanus. Saat kita diberi suntikan vaksin, tubuh kita langsung menghasilkan antibodi terhadap antigen atau benda asing. Pada titik atau saat inilah mekanisme pertahanan tubuh akan dimulai dan kekebalan akan terjadi jika antigen tersebut masuk lagi ke dalam tubuh.

Istilah vaksinasi mengacu pada pemberian vaksin atau bentuk bakteri yang melemah yang diberikan kepada individu agar tidak terinfeksi oleh penyakit. Vaksin adalah cara yang paling umum untuk mencegah seseorang terinfeksi oleh penyakit tertentu. Vaksin biasanya dibuat dari bentuk bakteri yang tidak aktif (tidak infektif). Sebagai contoh: vaksin cacar kecil akan memiliki sel bakteri mati dari penyakit itu sendiri. Vaksinasi biasanya diberikan dalam bentuk tetes (polio) atau melalui suntikan.

(* Bahaya Diabetes Ketika Hamil

Imunisasi adalah proses yang terjadi setelah vaksinasi dibuat atau membuat seseorang kebal terhadap serangan tertentu dalam tubuh. Patogen dalam tubuh menyebabkan antibody, dimana ia adalah sel yang bertanggung jawab untuk memerangi bakteri yang bersifat asing atau bukan yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada sistem.

Vaskinasi dan imunisasi bekerja sama untuk menjaga kesehatan tubuh dan sistem internal bekerja dengan baik. Saat vaksin tersebut mengenalkan bakteri, tubuh bekerja untuk mengembangun dan memberi kekebalan pada bkateru yang menyebabkannya menolak saat bakteri memasuki tubuh di masa depan.

Pada usia berapakah pemberian imunisasi dimulai?

Biasanya anak akan diiminusasi dimulai pada usia dua bulan, kemudian 4 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 18 bulan. Waktu paling awal dan teraman untuk memulai suntikan anak Anda adalah usia 2 bulan. Bayi dan anak kecil yang tidak diimunisasi berisiko tinggi terkena bahaya serius atau beberapa penyakit tertentu termasuk polio, campak, difteri, pertusis (batuk rejan), rubella (campak Jerman), gondok, tetanus, rotavirus dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Itulah sedikit ulasan mengenai perbedaan antara vaksinasi dengan imunisasi. Semoga informasinya bermanfaat..

Salam Sehat, By Cara Mengobati Epilepsi

Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *