Risiko Lupus Pada Ibu Hamil

By | November 15, 2017

Penyakit lupus sangat cenderung muncul pada wanita usia subur, sehingga dapat mempengaruhi masa kehamilan.  Namun, Apakah Anak Menjadi Risiko Lupus Pada Ibu Hamil? Lupus adalah kondisi kronis yang berawal dari sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi.

Dimana sistem kekebalan tubuh berperan untuk mengidentifikasi dan melawan benda asing seperti bakteri dan virus. Namun pada penyakit lupus, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tertentu termasuk kulit, ginjal, sendi bahkan sampai pada lapisan jantung dan paru-paru yang akhirnya menyebabkan gejala seperti pembengkakan dan rasa sakit yang terus berkembang.

Maka untuk alasan ini, penting agar Anda merencanakan kehamilan dengan hati-hati. Kondisi kita tentu harus terkendali dan harus berada dalam kesehatan terbaik. Semakin sehat Anda sebelum Anda hamil, semakin besar kemungkinan Anda akan memiliki kehamilan yang sehat dan bayi yang sehat.

Apa Saja Risiko Lupus Pada Ibu Hamil dan Bayi?

Risiko Lupus Pada Ibu Hamil

Setiap kasus yang memiliki lupus berbeda-beda dalam hal dampaknya. Lupus tampaknya tidak meningkatkan risiko keguguran trimester pertama. Tapi wanita dengan lupus telah dikaitkan memiliki peningkatan risiko keguguran pada kehamilan atau bahkan kelahiran mati karena antibodi anti-fosfolipid dan anti-cardiolipin. Sekitar 33% wanita dengan lupus memiliki antibodi ini, yang meningkatkan risiko pengembangan bekuan darah. Pembekuan darah plasenta dapat membahayakan persediaan makanan dan oksigen bayi bahkan bisa memperlambat pertumbuhan bayi.

Dampak lupus saat hamil lainnya termasuk kerusakan ginjal dan hati, dimana kehamilan cenderung meningkatkan stres pada organ yang rusak. Sebagian besar pasien dengan lupus selama kehamilan mengalami kelelahan, nyeri tubuh, demam, ruam merah di wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu karena peningkatan aliran darah ke kulit selama kehamilan, nyeri sendi terutama di punggung bagian bawah, pembengkakan (di tangan, kaki atau pergelangan kaki selama kehamilan tubuh cenderung lebih banyak cairan), sesak nafas ini terjadi karena diafragma bergeser ke atas selama kehamilan untuk memberi lebih banyak ruang bagi bayi.

Komplikasi lupus selama kehamilan yang semakin berkembang terus berisiko tinggi terkena preeklamsia atau peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan, sindrom HELLP (Hemolisis, Peningkatan Enzim Hati, Trombosit Rendah), insufiensi ginjal, infeksi saluran kemih dan diabetes. Penglihatan kabur, sakit kepala, sakit perut, dan penurunan frekuensi buang air kecil bisa mengindikasikan kenaikan tekanan darah.

Pasien dengan lupus memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan sebelum menyelesaikan 37 minggu kehamilan (persalinan prematur) dan sekitar sepertiga ibu lupus melahirkan prematur. Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada pasien dengan pre-eklampsia, aPL, dan penyakit aktif. Pasien Lupus harus waspada terhadap gejala persalinan prematur yang meliputi sakit punggung, tekanan pelvis, darah atau cairan bening yang bocor dari vagina, kram perut dan kontraksi terjadi setiap 10 menit sebelum 37 minggu kehamilan selesai.

Demikian sedikit ulasan mengenai bahaya lupus pada wanita hamil, semoga informasinya bermanfaat dan salam sehat..

By Cara Mengobati Epilepsi

Baca juga :

Risiko Lupus Pada Ibu Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *